iklan banner

Sabtu, 25 Maret 2017

Warta Pemalang.com – Warnoto seorang petani yang membuat inovasi baru dengan cara menanam padi varietas unggul dengan tehnologi yang dimiliki, menghasilkan varietas unggul dengan nama Ekor Kuda
Saat tim media Warta Pemalang berkunjung kerumahnya, Warnoto menuturkan: ”Yang pertama varietas ekor kuda ini, saya mendapat informasi dari kepala Dispertanhut Kabupaten Pemalang Pak Harto, kemudian kita rombongan dengan dinas ke wilayah Jawa Timur tepatnya di Magetan. disana ketemu dengan Pak Khusnul salah satu petani di Magetan.  beliau menjelaskan tentang padi farietas ekor kuda, muncul dan yang umur 70 hari karena itu satu paket. dari sana kemudian ada sedikit oleh2 farietas padi tersebut. saya mencoba menanam varietas tesebut  dengan perlakuan padi sehat, ( prodi padi sehat) akhirnya bisa menghasilkan panenan yang maksimal pengisiannya bisa sampai pangkal, kemudian kita sharing atau tukar pengalaman dengan yang di jawa timur terus hasilnya kita kirimkan teknologi yang dari kita, supaya bisa di aplikasi
jadi sebenarnya ini menindak lanjuti dari farietas ekor kuda terutama yang umur 70 hari itu setelah itu saya mendapatkan informasi bahwa sebenarnya ini programnya dari bapak panglima TNI Jenderal Moeldoko. Kebetulan program tersebut diterapkan di desa Semanu Gunung Kidul, karena di desa Semanu itu pengairannya sangat sulit dan susah maka munculah gagasan bagaimana supaya di gunung kidul itu bisa bercocok tanam normal seperti di wilayah yang lain maka oleh putra bangsa dibuatlah bendungan memuntahkan air yang dapat digunakan untuk memompa air sehingga airnya bisa naik keatas dan bisa mengairi lahan pertanian di gunung kidul. sehingga para petani di wilayah itu dapat bercocok tanam normal seperti didaerah  bawah.
Nah kebetulan yang dikembangkan di sana itu programnya pak Jenderal Moeldoko yaitu padi varietas ekor kuda, muncul dan yang umur 70 hari. Kalo yang ekor kuda itu pernah kami hitung butirannya sampai 608 per satu malai bahkan ada yang lebih. Kalo kita menggunakan teknologi yang optimal dan tepat, maka bisa menjawab yang selama ini kita gembar-gemborkan yaitu swa sembada pangan.
Kelebihan dari padi ekor kuda adalah: Butiran padi per malainya lebih banyak sekitar dua kali dari padi jenis yang lain, Rasanya pulen, Perlakuannya tidak terlalu susah. Bisa ditanam di musim kemarau.
karena kita pelatihannya di gunung kidul di lahan yang kurang air, kemudian diterapkan dibawah yang airnya berlimpah ternyata ini lebih tepat. Ini pernah saya coba di tanam di musim penghujan saja tidak kena tampomona atau krapah. Mestinya jika dimusim kemarau hasilnya lebih bagus. Dinamakan ekor kuda untuk di Kabupaten Pemalang baru saya dan varietas ini sangat cocok di tanam di wilayah Kabupaten Pemalang. ternyata tehnologi kita yang dikirimkan ke gunung kidul dan sudah di aplikasi, tehnologi padi sehat yang dari pemalang ada kelebihan. Padi Varietas Ini sudah kita masukkan di komunitas padi seluruh indonesia bahkan dari beberapa wilayah sudah pesan benihnya. rata rata para petani itu sudah mengerti bahwa kalo di pak Warnoto itu selalu memberikan informasi tentang varietas padi yang terbaru dari pada mereka ngobyek kesana kemari yang belum tentu titiknya, petani dari rembang, pati, kudus, sampai ke batang untuk mendapatkan informasi varietas padi terbaru biasanya langsung kesini. terkait masalah umur, kebetulan didalam satu blok yang saya tanam ini ada empat varietas satu varietas nikongga, satu varietas dakonika, nikomaru, kemudian varietas ekor kuda. itu saya tanam dalam satu hari pada hari yang sama dan ternyata bisa di panen dalam waktu yang bersamaan. Berarti dengan tehnologi padi sehat itu, kita bisa mempercepat masa panen yang jelas perpaduan antara tehnologi dengan penggunaan pupuk kimiawi di fermentasi supaya berubah menjadi pupuk organik. kalo N nya kimiawi di fermentasi dengan tehnologi yang dari kita itu akan menghasilkan nitrogen yang organik jadi dampaknya terhadap tanah maupun tanaman itu semakin subur dan sehat. Sebenarnya kalo secara diskripsi kemungkinan umurnya diatas seratus, karena kita menggunakan teknologi padi sehat maka yang seharusnya munkin seratus lima atau seratus  sepuluh bisa kita samakan dengan mikronda yang masa panennya hanya 90 atau 95 hari. Itulah manfaatnya sisi positif menggunakan sarana produksi budidaya padi sehat yang dikembangkan di wilayah Kabupaten Pemalang mudah-mudahan ini bisa di terapkan di daerah lain.
Dengan adanya padi jenis baru ini mempercepat masa panen, mempersubur tanah, kualitas padi bagus adapun kekurangannya untuk peranakannya belum bisa maksimal sekali,  ini yang sedang kita pelajari apa sih kelebihan dan kekurangannya dengan tehnologi ini”, tutur Warnoto mengahiri bincang-bincangnya dengan tim Warta Pemalang.com. (Tim WP editor Capri) 

0 komentar:

Posting Komentar

HALO KONSUMEN

HALO KONSUMEN
Mari bersama menuju untuk menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri "SAATNYA KONSUMEN BICARA" dan "BERANI LAPOR HEBAT" DENGAN PEDOMAN: LIHAT, LAWAN, LAPORKAN. dengan cara mengisi Form Pengaduan online. Terima kasih Salam Perlindungan Konsumen

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Categories

HUKUM

Bupati Pemalang H. Junaedi

Bupati Pemalang H. Junaedi
"Pertahankanlah Budi Pekerti sebagai jati diri bangsa kita karena sifat inilah warisan leluhur bumi Nuswantoro sejak ribuan tahun yang lampau. supaya kita menjadi orang yang utama berbudi pekerti luhur"

Desa Temuireng Bagi BLT

Disdukcail Bagi2 masker Senin 20 April 2020

Mengenal lebih dekat Warta Pemalang

Bupati Pemalang H. Junaedi Resmikan Bendungan Desa Pesucen

Satuan Res Narkoba Polres Pemalang Ciduk Tiga Orang Pengedar Narkoba