iklan banner

Sabtu, 03 Desember 2016



Warta pemalang, Belum lama di Perbatasan dua desa tergenang air lagi"   di antaranya Desa widodaren dan Desa Karangasem kecamatan petarukan. Kebetulan secara geografis desa tersebut berdampingan satu jalur dan satu gerbang gapura. Kedua desa mengalami tergenang air akibat sampah warga yang kurang tertib. Dua desa tersebut" bila hujan tiba, selalu digenang air setinggi lutut orang dewasa. Problemnya" kata kades (Banaba), akibat saluran dan sampah menjadi masalah. Ini" keduanya perlu  ada perhatian khusus,   terkait sampah dan saluran, itu perlu di ketahui agar selalu diperhatikan ketika membuat jembatan depan rumah, agar secukupnya dan diberi lubang. Jangan lupa" karena mengenai lingkungan hidup adalah tanggung jawab kita bersama. 
Oleh sebab itu, peran serta masyarakat  sangatlah penting. Mengingat situasi alam sekarang ini juga sulit diprediksi, "diluar dugaan, hingga kerapkali mengalami cuaca extrime, dan hujan bisa terjadi terus menerus.   
Namun terkadang masyarakat itu sendiri kurang tanggap, tidak proaktif terhadap ingkungannya hingga  terkesan tidak peduli. Biasanya rasa kebersamaan muncul setelah terjadi. Bahkan ketika kepala desa menghimbau,  dan  langsung turun kelokasi,  "melainkan (warga) justru cukup salam sapa saja terhadap kadesnya.  yang pekerjaan pak kades selesaipun!!! mereka cuek, hanya sebagian mereka yang tanggap lalu beranjak. Ini sangat Ironi" ketika menyaksikan situasi macam itu. Dalam benak,, masyarakat dirasa semakin pudar rasa kebersamaannya. Disini lebih terkesan ada kesenjangan sosial di àntara mereka.

Kades (Hendra banaba) menyampaikan perasaannya dengan tim media, katanya terkait

kegiatan lingkungan umum, warga juga tidak terlalu sulit untuk bertindak. Katanya lagi,, saya masih memaklumi.Padahal dengan semangat kebersamaan, setidaknya dapat meminimalisir masalah banjir. 

Demikian kata pak kades Banaba di lokasi, saat menyampaikan rasa prihatinnya, kepada tim media .  Terlihat betapa tulus kadesnya dengan senang hati rela blusukan, demi membantu warganya mengatasi banjir.  Sampai akhirnya sampah didalam saluran jembatan sepanja 25 meter kini kembali normal.
Hendra banaba" selaku kepala desa berharap, warganya agar bisa tertib sampah dan peduli lingkungan.Sebab demi kelangsungan  hidup sehat bebas banjir,  sesuai program kotaku.
Bebas pemukiman kumuh adalah salah satu program utama bupati pemalang H.Junaedi. sesuai produk mentri lingkingan hidup (LH).

Kades Banaba menghimbau terhadap warganya untuk proaktif di lingkungan masing masing.                      

Ia menegaskan agar warga sama sama  menjaga kebersihan lingkungan supaya terhindar banjir"
YUUK !!! jangan buang  sampah sembarangan, dan jangan menumpuk sampah,  yang bisa berakibat  hanyut terbawa air hingga menutupi saluran.Kasus banjir kerap terjadi,  dan bukan hanya  inikali saja. Melainkan di wilayah desa lainpun sama.  

Bagi (Banaba), itu adalah pengalaman berharga. Semoga menjadikan kesadaran kita semua ( Liputan-Rae)


0 komentar:

Posting Komentar

HALO KONSUMEN

HALO KONSUMEN
Mari bersama menuju untuk menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri "SAATNYA KONSUMEN BICARA" dan "BERANI LAPOR HEBAT" DENGAN PEDOMAN: LIHAT, LAWAN, LAPORKAN. dengan cara mengisi Form Pengaduan online. Terima kasih Salam Perlindungan Konsumen

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Categories

HUKUM

Bupati Pemalang H. Junaedi

Bupati Pemalang H. Junaedi
"Pertahankanlah Budi Pekerti sebagai jati diri bangsa kita karena sifat inilah warisan leluhur bumi Nuswantoro sejak ribuan tahun yang lampau. supaya kita menjadi orang yang utama berbudi pekerti luhur"

Desa Temuireng Bagi BLT

Disdukcail Bagi2 masker Senin 20 April 2020

Mengenal lebih dekat Warta Pemalang

Bupati Pemalang H. Junaedi Resmikan Bendungan Desa Pesucen

Satuan Res Narkoba Polres Pemalang Ciduk Tiga Orang Pengedar Narkoba